Mendagri Tito Karnavian Wisuda 1.404 Lulusan IPDN di Jatinangor, Siap Mengabdi ke Berbagai Daerah
KBT NEWS ID SUMEDANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mewisuda sebanyak 1.404 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Akademik 2024/2025. Prosesi wisuda digelar dalam Sidang Senat Terbuka IPDN di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).
Ribuan lulusan tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program doktor, magister, sarjana terapan, hingga pendidikan profesi kepamongprajaan. Setelah menyelesaikan pendidikan akademik, para lulusan selanjutnya akan menunggu proses pelantikan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebelum ditugaskan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Tito memberikan apresiasi kepada para wisudawan yang dinilai telah berhasil melewati proses pendidikan yang tidak mudah selama berada di IPDN.
Menurutnya, para lulusan merupakan putra-putri terpilih yang berhasil menyelesaikan pendidikan setelah melalui proses seleksi dan pembelajaran yang ketat.
"Adik-adik yang sudah lulus praja ini telah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun. Mereka adalah orang-orang terpilih. Dulu yang mendaftar sekitar 38.000, hampir 40.000 orang, dan yang terpilih hanya sekitar 1.200 orang," ujar Tito.
Ia menambahkan, proses pendidikan di IPDN memiliki standar yang tinggi sehingga tidak seluruh peserta yang diterima mampu menyelesaikan pendidikan hingga akhir.
"Tidak semua yang diterima bisa menyelesaikan pendidikan karena pendidikan di sini sangat ketat. Setelah menjalani pendidikan selama empat tahun, akhirnya mereka lulus. Untuk program S2 ditempuh lebih dari dua tahun, sedangkan S3 lebih dari empat tahun," katanya.
Tito menegaskan, prosesi wisuda yang digelar merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan akademik para lulusan. Sementara itu, status sebagai CPNS akan diperoleh setelah mereka menjalani prosesi pelantikan yang waktunya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Ia berharap para lulusan IPDN dapat menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
"Mereka tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga dan diri mereka sendiri karena berhasil menyelesaikan perjalanan yang panjang. Tak lama lagi kita akan menunggu masa pelantikan mereka. Wisuda ini adalah wisuda akademik, yakni menjadi sarjana," tuturnya.
Setelah dilantik sebagai CPNS golongan IIIA melalui mekanisme direct entry, para lulusan IPDN akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia. Mekanisme tersebut membuat lulusan dapat langsung masuk ke jenjang kepangkatan tertentu, sebagaimana pola pendidikan kedinasan pada akademi TNI maupun Polri.
"Pelantikan nanti adalah pelantikan mereka sebagai calon PNS, golongan IIIA, melalui direct entry. Jadi masuknya bukan dari bawah, tetapi seperti akademi di TNI atau Polri. Kita tinggal menunggu kabar dari Istana mengenai waktu pelantikannya," jelas Tito.
Ia memastikan, setelah proses pelantikan rampung, para lulusan akan disebar dan ditugaskan ke berbagai wilayah Indonesia sesuai kebutuhan pemerintahan.
Pada Sidang Senat Terbuka IPDN Tahun Akademik 2024/2025 tersebut, sebanyak 1.404 wisudawan resmi menyelesaikan pendidikan mereka. Rinciannya terdiri atas 45 lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 lulusan Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, serta 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.
Dengan bekal pendidikan yang telah ditempuh, para lulusan IPDN diharapkan mampu menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.***
