Masjid Darussalam Cicalengka, Posko Mudik Tinggalkan Kesan Mendalam

 

Masjid Darussalam hadir sebagai tempat singgah yang memberi lebih dari sekadar tempat istirahat. (Poto internet)


CICALENGKA, BANDUNG – Perjalanan panjang para pemudik di jalur Bypass Cicalengka tak hanya menyisakan lelah, tetapi juga cerita hangat tentang kepedulian. Masjid Darussalam hadir sebagai tempat singgah yang memberi lebih dari sekadar tempat istirahat.


Masjid  menjadi ruang pemulih tenaga dan harapan bagi para musafir.

Selama arus mudik Lebaran, Posko Mudik Masjid Darussalam menjadi salah satu titik favorit bagi para pemudik yang melintas. Senyum lelah yang awalnya tampak di wajah para musafir perlahan berubah menjadi raut lega setelah beristirahat sejenak di tempat tersebut. Suasana nyaman dan pelayanan tulus dari para pengelola menjadi daya tarik tersendiri.


Kini, seiring meredanya arus mudik, tugas para relawan di posko tersebut telah usai. Namun, jejak kebaikan yang mereka tinggalkan masih terasa. Ucapan terima kasih mengalir dari para pemudik yang merasakan langsung manfaat keberadaan posko tersebut.


Salah satu musafir yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kesan mendalam saat singgah di Masjid Darussalam. Ia mengaku turut merasakan suasana kebersamaan hingga ikut bertakbir bersama warga sekitar. Menurutnya, fasilitas yang bersih dan nyaman membuat para pemudik bisa beribadah sekaligus beristirahat dengan tenang.


Tak hanya itu, pelayanan yang diberikan tanpa pungutan biaya menjadi nilai lebih. Air bersih dan area parkir disediakan secara gratis, digantikan dengan keramahan para pengelola. Kehadiran CCTV dan penjaga juga menambah rasa aman bagi para pemudik yang meninggalkan kendaraan atau barang bawaan mereka.


Di sekitar masjid, tersedia pula warung kecil yang membantu memenuhi kebutuhan makan dan minum para musafir. Hal-hal sederhana tersebut justru menjadi penopang penting bagi perjalanan panjang para pemudik.


Cerita lainnya datang dari sejumlah keluarga yang kelelahan hingga memutuskan untuk menginap di area masjid. Mereka bisa beristirahat, makan bersama, hingga mengatasi berbagai kendala perjalanan, seperti kendaraan mogok atau kebutuhan fasilitas MCK.


Menariknya, Masjid Darussalam tak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang berbagi kehidupan. Ada pemudik yang mencurahkan cerita keluarga, bahkan ada pula musafir yang akhirnya mendapatkan pekerjaan sementara sebagai pengelola parkir di lokasi tersebut.


Ratusan komentar serupa dari para pemudik menjadi bukti bahwa kehadiran Posko Mudik Masjid Darussalam memberikan dampak nyata. Doa dan harapan keberkahan pun terus mengalir untuk para pengelola yang telah memberikan pelayanan sepenuh hati.


Kini, meski posko telah ditutup, kisah-kisah kebaikan itu tetap hidup dalam ingatan para pemudik. Masjid Darussalam bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol kepedulian di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman. (red*)