Dua Benda Pusaka Bersejarah Muncul di Cadas Pangeran: Ditarik Siang Bolong oleh Perantara Khusus

kos



KBT NEWS ID CADAS PANGERAN - Suatu kejadian menarik terjadi di Cadas Pangeran, di mana seseorang dengan keahlian khusus dan latar belakang ilmu dari Banten menarik dua benda pusaka di siang bolong. Orang tersebut, bernama H Iman asal Subang, telah melakukan ritual sederhana dengan mengepalkan tangannya sebelum mengambil dua benda pusaka yang memiliki nilai sejarah tinggi.


Menurut penuturan Iman, kedua benda pusaka ini direncanakan untuk diserahkan kepada warga Sumedang. Yang menarik, penerima pusaka bukanlah pejabat, melainkan warga biasa yang memiliki keturunan kerajaan Mataram. Iman menjelaskan bahwa dirinya hanya sebagai perantara, dan saat itu juga pusaka tersebut langsung diserahkan kepada pihak yang berhak, yaitu warga Sumedang.


Haji Iman, seorang warga Subang, menceritakan bahwa dirinya mendapatkan wangsit untuk mengambil benda pusaka di kawasan jalan Cadas Pangeran. Keberhasilannya menarik dua benda pusaka tersebut, yang masing-masing berupa pedang bekepala naga dan satu lagi berkepala tokoh pewayangan dengan ujung yang runcing terbelah dua, menambahkan dimensi sejarah baru bagi kawasan tersebut.


"Pedang belah dua ini merupakan peninggalan zaman Kerajaan Mataram, dan satu lagi benda pusaka dari periode sebelum jaman kerajaan," ungkap Iman, memperjelas nilai sejarah dan keunikan benda-benda yang berhasil ditariknya.


Kejadian ini menjadi sorotan karena melibatkan elemen mistis, sejarah, dan keterlibatan langsung masyarakat Sumedang dalam warisan budaya yang tak ternilai harganya.


Masyarakat Sumedang pun kini menjadi penjaga dan pewaris dua benda pusaka bersejarah tersebut, menjadikan Cadas Pangeran sebagai titik fokus perhatian bagi mereka yang tertarik dengan kekayaan budaya dan sejarah Nusantara.


Ia menambahkan bahwa di Cadaspengeran masih banyak pusaka lainya. Setelah ini Ia berencana mengambil benda pusakadi kawasan Gunung Geulis dan akan mengambil pedang pusaka sepanjang dua meter dan kembali diserahkan kepada seseorang berdasarkan wangsit yang diterimanya. (red*)