Sekolah Alam Cikidang Dorong Kemandirian dan Keberlanjutan Pertanian
KBT NEWS ID SUKABUMI — Gagasan membangun kemandirian masyarakat melalui pendidikan berbasis alam terus dikembangkan Sekolah Alam Cikidang yang berada di bawah Yayasan Abah.
Program tersebut mengusung semangat “Kemandirian dan Harmoni” serta konsep “tangan dengan bumi”, sebagai bentuk upaya menjaga keberlangsungan pertanian sekaligus membangun kembali kedekatan generasi muda dengan dunia pertanian.
Pendiri dan Pembina Yayasan, Djahcri Surachman, mengatakan program Sekolah Alam Cikidang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan regenerasi petani yang saat ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
Menurutnya, persoalan keberlanjutan pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut keberadaan generasi penerus yang mau dan mampu melanjutkan kehidupan pertanian di desa-desa.
Ia menilai, gejala terputusnya regenerasi petani sudah mulai terlihat di sejumlah desa dan kampung, termasuk di berbagai daerah di Indonesia.
“Sudah banyak contoh nyata, putusnya generasi petani di desa dan kampung-kampung di kota maupun kabupaten di setiap provinsi di Indonesia sedang berjalan,” katanya.
Karena itu, konsep pendidikan yang memperkenalkan anak-anak dan generasi muda secara langsung dengan lingkungan, pertanian, serta kehidupan masyarakat desa dinilai penting untuk terus dikembangkan.
Sekolah Alam Cikidang diharapkan tidak hanya menjadi ruang pendidikan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kesadaran bahwa pertanian merupakan bagian penting dari keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Melalui konsep kemandirian dan harmoni dengan alam, Yayasan Abah mendorong agar generasi muda tidak semakin jauh dari tanah dan aktivitas pertanian, sehingga regenerasi petani dapat terus berjalan. (***)

