Jajang Bahar Tetap Teguh, Fokus Lanjutkan Pembangunan Cimanggung
KBT NEWS ID CIMANGGUNG – J Rohana Jealani atau yang akrab disapa Jajang Bahar kembali maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dengan nomor urut 4, ia membawa komitmen untuk melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan sekaligus memperbaiki berbagai hal yang masih perlu dibenahi.
Di tengah dinamika menjelang Pilkades, Jajang menegaskan bahwa niatnya untuk mengabdi kepada masyarakat tidak akan surut meski menghadapi berbagai tantangan. Ia memilih tetap fokus pada tujuan utama, yakni melanjutkan pembangunan dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Desa Cimanggung.
Jajang yang saat ini tengah menjalani cuti kampanye mengatakan, keputusannya kembali mencalonkan diri dilandasi keinginan untuk meneruskan pengabdian kepada masyarakat. Baginya, pembangunan desa bukan sekadar menjalankan program, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh warga.
Selama kurang lebih tiga tahun menjalankan amanah sebagai Kepala Desa Antarwaktu (PAW), Jajang menyebut berbagai program pembangunan, pelayanan masyarakat, dan kegiatan sosial telah diupayakan. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk melanjutkan pembenahan Desa Cimanggung ke arah yang lebih baik.
“Alhamdulillah, selama tiga tahun menjalankan amanah sebagai kepala desa PAW, berbagai program sudah kita upayakan untuk masyarakat. Ke depan, yang sudah bagus dan dirasakan manfaatnya oleh warga akan kita lanjutkan. Sementara yang masih kurang, tentu akan kita evaluasi dan perbaiki bersama,” ujar Jajang.
Namun, perjalanan menuju Pilkades kali ini diakuinya tidak lepas dari berbagai dinamika. Jajang menyebut adanya dugaan intimidasi, isu SARA, hingga persoalan keaslian ijazah yang menurutnya berkembang di tengah persaingan antarkandidat.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin larut dalam polemik tersebut. Jajang memilih berkonsentrasi menyampaikan gagasan dan komitmennya kepada masyarakat, alih-alih terjebak dalam perselisihan yang berpotensi mengganggu kondusivitas desa.
“Apapun isu yang dilontarkan pihak lawan, saya tetap fokus pada niat awal, yaitu mengabdi kepada masyarakat. Saya tidak ingin energi habis untuk polemik. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana Desa Cimanggung bisa terus berkembang dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.
Persilakan Tempuh Jalur Hukum
Terkait isu keaslian ijazah yang mencuat menjelang Pilkades, Jajang mempersilakan pihak-pihak yang meragukan dokumen tersebut untuk menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat.
“Saya persilakan siapa pun yang meragukan keaslian ijazah saya untuk membuktikannya melalui jalur hukum yang sesuai, termasuk melalui PTUN apabila memang menjadi kewenangannya. Jadi, persoalan ini bisa menjadi jelas berdasarkan fakta dan ketentuan hukum, bukan hanya isu yang berkembang selama Pilkades,” tegas Jajang.
Ia juga menyatakan menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan pertanyaan maupun keberatan. Namun, ia berharap setiap tudingan disampaikan secara bertanggung jawab dan didukung bukti yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut Jajang, kontestasi Pilkades seharusnya menjadi ruang bagi setiap calon untuk menyampaikan program dan gagasan secara sehat. Perbedaan pilihan politik tidak semestinya memecah persaudaraan maupun merusak hubungan antarwarga yang selama ini hidup berdampingan.
Prioritaskan Pembangunan dan Pelayanan
Dalam rencana ke depan, Jajang menaruh perhatian pada keberlanjutan program yang telah berjalan, penataan fasilitas publik, serta pembenahan infrastruktur lingkungan. Pelaksanaannya, kata dia, harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran desa agar setiap program dapat direncanakan secara matang dan tepat sasaran.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan saran. Menurutnya, pemerintahan desa tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat agar pembangunan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Saya siap menerima saran, masukan, bahkan kritik dari masyarakat. Membangun desa tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kebersamaan, komunikasi, dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat,” katanya.
Jajang berharap Pilkades Cimanggung berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia mengajak seluruh pihak mengedepankan etika dalam berkompetisi serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai setiap calon berdasarkan rekam jejak, program, dan komitmen yang disampaikan.
Dengan semangat “Yang bagus kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki,” Jajang Bahar menegaskan kesiapannya untuk kembali mengemban amanah apabila mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Baginya, kemajuan Desa Cimanggung membutuhkan kesinambungan pembangunan, evaluasi yang terbuka, serta kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Apa pun tantangannya, niat saya tetap sama, yakni mengabdi kepada masyarakat dan membangun Desa Cimanggung menjadi lebih baik. Itu yang menjadi fokus saya,” pungkasnya. ***
