Akur Apresiasi Camat Definitif Cimanggung, Normalisasi Sungai Cimande Didorong Jadi Prioritas

 


KBT NEWS ID CIMANGGUNG – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia yang akrab disapa Akur, mengapresiasi penempatan Deni Nurdani Supandi sebagai Camat Cimanggung definitif. Terlebih, pada hari pertama setelah dilantik, Deni langsung menunjukkan langkah kerja dengan mulai berkoordinasi terkait sejumlah persoalan dan kebutuhan masyarakat di wilayah Cimanggung.


Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah percepatan normalisasi Sungai Cimande, khususnya di sektor 1 yang berada di wilayah Desa Sindangpakuon. Rencana tersebut kembali dimatangkan setelah sebelumnya kegiatan normalisasi telah dilaksanakan di sektor 3, tepatnya di wilayah Desa Cihanjuang.


Menurut Akur, keberadaan camat definitif menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah antara pemerintah kecamatan, pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai pihak dalam penanganan Sungai Cimande.


"Kenapa perlu dimatangkan? Sebab sebelumnya saat diskusi soal revitalisasi Sungai Cimande belum ada camat definitif. Sekarang sudah ada, sehingga penting untuk menyampaikan kembali urgensi normalisasi sungai ini," ujar Akur.


Sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Jatinangor-Cimanggung, ia berharap pekerjaan normalisasi sektor 1 dapat segera direalisasikan. Apalagi, saat ini musim hujan mulai berlangsung dan sejumlah wilayah di Desa Sindangpakuon kerap terdampak banjir.


Akur menjelaskan, Fraksi Partai Golkar turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan normalisasi tersebut sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong royong membantu masyarakat.


Rencana pengerjaan normalisasi sektor 1 dijadwalkan mulai 2 November 2026 dengan durasi sekitar delapan hari. Sementara itu, dukungan pembiayaan dari Fraksi Golkar direncanakan untuk membantu kebutuhan pengerjaan selama dua hari.


"Kalau normalisasi ini sudah kita lakukan, tentunya saat musim hujan seperti sekarang, wilayah Sindangpakuon yang biasa terkena banjir bisa kita antisipasi. Ini bagian dari upaya pencegahan agar dampak banjir tidak terus berulang," ungkapnya.


Ia menegaskan, bantuan dari Partai Golkar tersebut bukan untuk mengambil alih kewajiban pemerintah, melainkan sebagai bentuk dukungan dan penyemangat agar penanganan persoalan masyarakat bisa dilakukan secara bersama-sama.


"Intinya ini kewajiban pemerintah. Bantuan dari Partai Golkar hanya sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian untuk membantu masyarakat," tegasnya.


Perlu diketahui, penanganan Sungai Cimande terbagi menjadi tiga sektor dengan total panjang sekitar 3.500 meter. Sebelumnya, pekerjaan difokuskan di sektor 3, tepatnya di wilayah Desa Cihanjuang, dengan panjang penanganan kurang lebih 567 meter.


Sementara itu, untuk mendukung keberlanjutan program normalisasi, Akur mengaku telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), agar penanganan Sungai Cimande mendapat perhatian dalam perencanaan dan penganggaran.


"Ini kan soal menentukan prioritas, mana yang lebih berat, pembenahan setelah banjir atau melakukan antisipasi sebelum banjir. Menurut kami, pencegahan juga harus menjadi perhatian serius," tuturnya.


Akur juga menyambut positif kehadiran Deni Nurdani Supandi sebagai Camat Cimanggung definitif. Ia berharap koordinasi yang telah mulai dibangun dapat terus diperkuat sehingga persoalan-persoalan di tengah masyarakat, khususnya ancaman banjir akibat luapan Sungai Cimande, bisa ditangani secara terarah.


Pihaknya berharap normalisasi Sungai Cimande menjadi salah satu prioritas bersama, mengingat penanganan tersebut menyangkut keselamatan, kenyamanan, serta kepentingan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai. ***

Popular Posts

Toko Emas Dollar C Arinda Resmi Dibuka di Dangdeur Rancaekek, Tawarkan Kejutan Spesial Grand Opening

Perjalanan Ramadhan Pohan Meniti Jejak Inspiratif di Dunia Politik

Syifana Chinta Halik Raih Emas di Internasional KASAL Cup II 2025 di Bali